Kementerian Agama Siapkan Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal
Fakta News Day - “Pelaksanaan sidang didasarkan pada data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi, serta melalui mekanisme yang terbuka kepada publik,” kata Abu Rokhmad saat dihubungi, Minggu (1/3).
Sidang isbat akan melibatkan sejumlah pihak, mulai dari pakar astronomi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), planetarium, observatorium, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam.
Menurut Abu Rokhmad, pelibatan berbagai unsur tersebut membuat keputusan sidang isbat memiliki legitimasi keagamaan yang kuat karena didukung pertimbangan ilmiah dan masukan dari berbagai pihak.
Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, mengatakan kesiapan teknis pelaksanaan sidang terus dimatangkan, termasuk koordinasi pemantauan rukyatulhilal di berbagai daerah.
Ia menyebut pemerintah telah menyiapkan sarana dan prasarana sidang, sistem pelaporan hasil rukyat, serta koordinasi dengan titik-titik pemantauan hilal di seluruh Indonesia.
“Dari sisi teknis, kami telah menyiapkan dukungan sarana dan prasarana sidang, sistem pelaporan rukyat, serta koordinasi dengan titik-titik pemantauan hilal di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Arsad mengimbau masyarakat menunggu pengumuman resmi pemerintah terkait penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah setelah seluruh rangkaian sidang selesai.
Rangkaian sidang isbat akan diawali dengan seminar posisi hilal, dilanjutkan verifikasi laporan rukyatulhilal dari berbagai daerah, kemudian sidang penetapan, dan pengumuman resmi hasil sidang oleh Menteri Agama.




