IHSG Tertekan Geopolitik, Strategi Investasi Defensif Diperlukan
Sumber Foto: Liputan6.com
Internasional

IHSG Tertekan Geopolitik, Strategi Investasi Defensif Diperlukan

Fakta News Day - Dalam situasi saat ini, Hendra menyarankan strategi investasi yang lebih selektif dan defensif. Investor jangka pendek dapat menerapkan trading buy pada saham-saham yang mendapat sentimen kenaikan harga komoditas, terutama energi dan emas. Sementara investor jangka menengah hingga panjang disarankan menunggu konfirmasi stabilisasi di area support kuat sebelum melakukan akumulasi bertahap.

Dari sisi sektoral, saham energi seperti PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Elnusa Tbk (ELSA) dinilai menarik untuk trading buy seiring harga minyak WTI yang naik ke kisaran 72 dolar AS per barel dan Brent ke 78 dolar AS.

Di sisi lain, kenaikan harga emas turut menopang prospek emiten logam mulia seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan target harga 4.720.

Meski tekanan berasal dari faktor eksternal, kondisi makro domestik dinilai masih cukup solid. Surplus perdagangan Januari 2026 tercatat sebesar 960 juta dolar AS dan inflasi tahunan berada di level 4,76%.