Kemenag Kaltim Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Webinar Ramadan Challenge
Fakta News Day - RRI.CO.ID, Samarinda - Kementerian Agama Kalimantan Timur menegaskan pentingnya pendidikan karakter dalam sistem pembelajaran madrasah melalui kegiatan Webinar Ramadan Challenge 2026. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Timur, Abdul Khaliq, dan diikuti peserta didik serta tenaga pendidik dari berbagai madrasah di wilayah Kaltim secara daring.
Dalam arahannya, Abdul Khaliq menyampaikan, bulan Ramadan merupakan momentum pendidikan yang sarat dengan nilai pembentukan moral dan spiritual. Menurutnya, suasana Ramadan memberikan ruang pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga pembiasaan sikap dan perilaku positif.
Abdul menjelaskan, pendidikan agama memiliki peran penting dalam membangun fondasi karakter peserta didik sejak usia dini. Melalui kegiatan seperti Ramadan Challenge, siswa diajak memahami makna ibadah sebagai bagian dari proses pembentukan kepribadian.
“Atas nama Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, saya memberikan apresiasi tinggi atas terlaksananya kegiatan ini,” kata Abdul Khaliq, pada Jumat 27 Februari 2026. Ia menilai webinar tersebut menjadi sarana penguatan nilai keagamaan sekaligus media pembinaan karakter bagi siswa madrasah.
Menurut Abdul, madrasah tidak hanya bertugas mencetak peserta didik yang unggul secara akademik. Madrasah juga memiliki tanggung jawab melahirkan generasi yang berakhlak mulia, disiplin, serta memiliki karakter positif dalam kehidupan sosial.
Abdul menambahkan, kegiatan Ramadan Challenge merupakan langkah strategis dalam memberikan motivasi dan wawasan kepada peserta didik. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta konsistensi dalam beribadah menjadi bagian penting dari pembelajaran yang ditekankan selama kegiatan berlangsung.
Abdul Khaliq juga mengajak para siswa memanfaatkan kesempatan webinar sebagai sarana refleksi dan penguatan diri. Ia menekankan pentingnya menjaga salat, menjalankan puasa dengan baik, serta membangun kebiasaan positif sebagai identitas karakter anak madrasah.
Selain peserta didik, kegiatan ini juga menyoroti peran guru dan tenaga pendidik sebagai teladan dalam pembentukan karakter. Lingkungan madrasah dinilai memiliki kontribusi besar dalam menanamkan nilai-nilai moral melalui contoh nyata dalam keseharian.
Pelaksanaan kegiatan ini menegaskan posisi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pembinaan karakter, sekaligus memperkuat nilai religius sebagai fondasi pembentukan generasi madrasah.




