Inovasi Slab Track untuk Kereta Cepat dari Disertasi Doktor ITS
Lulusan Departemen Teknik Sipil ITS, Danny Triputra Setiamanah, saat menunjukkan karyanya.
BANGSAONLINE.com - ITS kembali melahirkan inovasi teknologi transportasi melalui riset doktoral. Lulusan Departemen Teknik Sipil ITS, Danny Triputra Setiamanah, mengembangkan desain slab track berbasis material maju dan sistem panel modular untuk mendukung pembangunan infrastruktur kereta cepat nasional.
Slab track merupakan komponen penting sebagai landasan rel pada sistem kereta api cepat, termasuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Danny menilai riset ini penting karena minimnya penelitian terkait serta belum adanya Standar Nasional Indonesia (SNI) khusus untuk desain slab track.
BACA JUGA:
MA Islamiyah Senori Tuban Wisuda 167 Siswa Prodistik Hasil Kerja Sama dengan ITS
Perkuat Kerja Sama Internasional, ITS-UWE Bristol Luncurkan Double Degree
ITS dan AAL Jajaki Pusat Studi Perang Drone
Barunastra ITS Raih Grand Champion RoboBoat 2026 di AS
“Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan kesiapan ITS dalam mendukung pengembangan kereta cepat secara mandiri di Indonesia,” ujarnya.
Dalam disertasi berjudul ' Fatigue Performance of Fiber Reinforced Concrete Slab Track ', Danny memanfaatkan material serat baja dan polypropylene serta konsep panel modular selebar 60 sentimeter. Material ini dinilai meningkatkan ketahanan lelah dan kontrol retak beton, sementara sistem panel mempermudah perawatan serta penggantian komponen secara parsial.
“Dengan sistem panel dan material maju, kebutuhan perawatan dapat diminimalkan dan biaya pemeliharaan menjadi lebih efisien,” katanya.
Hasil analisis menunjukkan peningkatan performa signifikan pada kontrol retak dan stabilitas pasca-retak dibanding prototipe sebelumnya. Inovasi ini juga berpotensi menurunkan biaya material 10-15 persen.
“Walaupun pelat lebih tipis dan rasio tulangan lebih kecil, performa fatigue tetap kompetitif bahkan lebih baik pada aspek retak,” ucap Danny.
Ia menambahkan, desain slab track yang dikembangkan lebih adaptif terhadap beban berulang jangka panjang dan diharapkan menjadi dasar ilmiah bagi standar nasional di masa depan.
“Harapannya, inovasi ini dapat digunakan pada infrastruktur kereta cepat di Indonesia pada masa mendatang,” pungkasnya. (msn/rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
TAGS: ITS teknik sipil its disertasi doktor its
Berita Terkait
MA Islamiyah Senori Tuban Wisuda 167 Siswa Prodistik Hasil Kerja Sama dengan ITS
Perkuat Kerja Sama Internasional, ITS-UWE Bristol Luncurkan Double Degree
ITS dan AAL Jajaki Pusat Studi Perang Drone
Barunastra ITS Raih Grand Champion RoboBoat 2026 di AS
Perluas Hubungan Akademik, ITS Sambut Kunjungan Dubes Swedia
ITS Gelar Character Building di Atas Kapal Perang TNI AL
3 Tim ITS Raih Juara Shell Eco-Marathon 2026 di Qatar
ITS Kembali Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Aceh Tamiang, Fokus Tempat Ibadah hingga Pendidikan
BANGSAONLINE VIDEO
Pemkab Malang dan Bea Cukai Musnahkan 3,2 Juta Batang Rokok Ilegal
Sabtu, 06 Desember 2025 00:00 WIB
Razia Balap Liar, Polrestabes Surabaya Amankan dan Proses Hukum Joki
Jumat, 05 Desember 2025 22:12 WIB
Ratusan Ojol di Kota Blitar Gelar Unjuk Rasa Tuntut Zona Merah Stasiun Dihapus
Selasa, 02 Desember 2025 23:35 WIB
Dorong Pegawai Terapkan Pola Hidup Sehat, Kementerian ATR/BPN Gelar Edukasi Jantung
Selasa, 02 Desember 2025 23:03 WIB
Harga Sembako di Jawa Timur Meningkat Drastis Mulai Desember 2025
Selasa, 02 Desember 2025 22:31 WIB




