IHSG Turun 1,60% Terpengaruh Ketidakpastian Geopolitik di Asia Barat
Sumber Foto: SWA.co.id
Internasional

IHSG Turun 1,60% Terpengaruh Ketidakpastian Geopolitik di Asia Barat

Fakta News Day - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak dinamis. Melansir dari aplikasi IDX Mobile pada pukul 11.48 WIB, IHS bergerak ke level 8.104 dan pada penutupan sesi pertama, IHSG melemah 1,60% ke level 8.103,72 pada pukul 12.00 WIB.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik mencermati, ketidakpastian meningkat akibat ekskalasi geopolitik di tingkat global. Hal ini terjadi di Selat Hormuz, Iran, serta konflik yang dipicu oleh Israel dan Amerika Serikat. Hal ini turut mempengaruhi arus rantai pasok global.

“Kami mengimbau investor tetap rasional dan selalu memperhatikan fundamental. Sesuaikan strategi investasi dengan toleransi risiko masing-masing investor,” tegas Jeffrey secara tertulis kepada awak media pada Senin (2/3/2026).

Adapun, tim riset Stockbit Sekuritas mencermati bahwa komoditas emas dan minyak, khususnya minyak mentah, liquefied natural gas atau gas alam cair (LNG), dan tarif freight pelayaran akan berdampak atas konflik di Asia Barat tersebut.

“Lanjutan harga komoditas dan sentimen IHSG akan sangat ditentukan oleh berapa lama Selat Hormuz terganggu dan respons dari negara global lainnya,” terang tim riset Stockbit Sekuritas pada pagi ini.

Stockbit Sekuritas menggambarkan sejumlah skenario, jika konflik mereda dan Selat Hormuz tetap terbuka seperti pada Juni 2025, maka sentimen negatif pasar terbatas dan pemulihan pasar (rebound) akan berulang.

Namun, jika Selat Hormuz terganggu berkepanjangan, maka berpeluang terjadi risiko lebih panjang. Misalnya, inflasi energi secara struktural hingga sentimen negatif yang lebih dalam.

Pengamat pasar modal, Elandry Pratama mencermati, sejumlah sektor terdampak seperti sektor transportasi dan logistik, khususnya pelayaran, akan mengalami pembengkakan biaya operasional dan tarif angkut, sehingga membebani pelanggan atau pelaku bisnis sektor tersebut.

Sementara sektor barang baku, khususnya komoditas seperti emas dan energi, khususnya minyak dan LNG akan diuntungkan. Namun, sebagai instrumen investasi, komoditas emas masih menjadi instrumen lindung nilai (hedge).

“IHSG berpeluang menguji support 8.133 dan jika tembus, area 8.000 menjadi level psikologis berikutnya, dengan resistance di kisaran 8.300,” jelas Elandry secara tertulis kepada awak media siang ini.

Tim Riset Phintraco Sekuritas mencermati, IHSG membentuk histogram negatif pada pola Moving Average Convergence Divergence (MACD), diiringi dengan indikator Stochastic RSI menuju area pivot.

“Kami memperkirakan IHSG berpotensi bergerak dalam rentang level 8.075-8.125 pada perdagangan Sesi II Senin ini,” jelas tim riset Phintraco Sekuritas. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.