IHSG Tertekan Oleh Geopolitik Global dan Tekanan Fiskal Dalam Negeri
Sumber Foto: Liputan6.com
Internasional

IHSG Tertekan Oleh Geopolitik Global dan Tekanan Fiskal Dalam Negeri

Fakta News Day - Trump lalu mengumumkan rencana kenaikan tarif impor global menjadi 15%. Selain itu, Departemen Perdagangan AS menetapkan bea masuk anti-subsidi untuk panel surya dari sejumlah negara, termasuk Indonesia, dengan tarif 86% hingga 143,3%. Ketentuan tarif tinggi ini dapat menekan ekspor sektor energi terbarukan Indonesia ke pasar AS dan menambah tekanan pada neraca perdagangan sektor terkait.

“Di dalam negeri, lembaga pemeringkat S&P Global Ratings memperingatkan bahwa tekanan fiskal Indonesia terus meningkat, dengan rasio pembayaran bunga utang terhadap pendapatan negara diperkirakan telah atau berpotensi bertahan di atas level 15%, ambang yang menjadi tolok ukur penting dalam penilaian kesehatan fiskal suatu negara,” jelasnya.

Imam menambahkan, eskalasi konflik di Timur Tengah dan potensi gangguan Selat Hormuz membuat sektor energi dan komoditas menjadi sorotan. Kenaikan harga minyak dapat menguntungkan emiten batu bara dan migas, namun menekan sektor padat energi seperti aviasi dan manufaktur. Di sisi lain, ketidakpastian global juga berpotensi mendorong kenaikan harga emas.

Pekan ini, pasar juga menanti sejumlah data penting, antara lain PMI Manufaktur Indonesia, Neraca Perdagangan, Inflasi, PMI manufaktur dan jasa AS, PMI China, klaim pengangguran AS, cadangan devisa Indonesia, hingga data tenaga kerja AS.