Harga Emas Global Melonjak di Tengah Ketegangan Tarif dan Geopolitik
Secara spesifik, pada pukul 02.00 tanggal 26 Februari (waktu Vietnam), harga emas spot naik 1,1% menjadi $5.202,28 per ons. Kontrak berjangka emas AS untuk April 2026 juga menutup sesi dengan kenaikan sekitar 1% dari sesi sebelumnya, mencapai $5.226,20 per ons.
Bart Melek, ahli strategi komoditas global di TD Securities, mencatat bahwa tarif dan kenaikan harga minyak berdampak inflasi yang cukup signifikan.
Kebijakan tarif menjadi fokus perhatian setelah Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer menegaskan bahwa tarif 10% hanyalah permulaan. Greer menyatakan bahwa beberapa negara akan menghadapi tarif hingga 15% atau lebih tinggi, dan Gedung Putih sedang menyusun pernyataan untuk menerapkan tarif sementara ini "jika diperlukan."
Selain itu, faktor geopolitik terus mendorong pasar. Iran baru saja menyatakan optimisme tentang putaran ketiga pembicaraan dengan AS di Jenewa. Utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner diperkirakan akan bertemu dengan delegasi Iran pada tanggal 26 Februari.
Di tengah lonjakan pesat ini, JP Morgan Bank mempertahankan perkiraannya pada 25 Februari bahwa harga emas akan mencapai $6.300 per ons pada akhir tahun 2026. Bank tersebut menyebutkan permintaan yang berkelanjutan dari bank sentral dan investor, ditambah dengan arus masuk modal yang kuat ke dalam dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) emas sebagai alasannya.
Menurut perkiraan JP Morgan, harga emas spot telah naik sekitar 20% tahun ini, menyusul proyeksi kenaikan lebih dari 64% pada tahun 2025. Sebelumnya, logam mulia ini mencapai level tertinggi dalam tiga minggu sebesar $5.248,89 per ons pada tanggal 24 Februari.
Susan Collins, presiden Bank Federal Reserve Boston, meyakini bahwa The Fed kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah untuk masa mendatang. Suku bunga saat ini berada di kisaran 3,5% - 3,75% setelah pertemuan pada akhir Januari 2026. Meskipun suku bunga yang lebih tinggi biasanya mengurangi daya tarik emas, permintaan akan aset aman dan perlindungan terhadap inflasi saat ini lebih besar daripada faktor tersebut.
Namun, para analis juga memperingatkan risiko koreksi. Jika usulan tarif dilonggarkan, negosiasi di Jenewa mereda, atau imbal hasil obligasi AS naik lagi, pasar dapat menyaksikan aksi jual cepat untuk mengambil keuntungan dari level tertinggi saat ini.
Di pasar Vietnam, pada pagi hari tanggal 26 Februari, Saigon Jewelry Company mencantumkan harga batangan emas SJC sebesar 182,3 - 185,3 juta VND/ounce (harga beli - harga jual).




