Hajatan Setan: Film Horor yang Ungkap Sisi Gelap Tradisi Desa
Fakta News Day - Liputan6.com, Jakarta - Industri film horor Tanah Air kembali kedatangan karya terbaru yang menjanjikan ketegangan maksima lewat judul " Hajatan Setan". Film hasil kolaborasi MBK Productions dan Drias Film ini bahkan menggandeng distributor Mockingbird Pictures untuk melakukan ekspansi pemutaran film hingga ke luar Indonesia.
Mengusung genre folk horror yang kental dengan drama sosial, cerita berpusat pada sebuah desa di Jawa yang menyimpan misteri dan rahasia turun-temurun. "Hajatan Setan" mengeksplorasi sisi gelap dari sebuah perayaan desa yang dipercaya warga setempat sebagai sumber datangnya kemakmuran.
Premis utama film ini menyoroti kepulangan seorang perempuan muda ke kampung halamannya setelah bertahun-tahun pergi merantau. Namun, kepulangan itu justru membuka kembali luka lama dan memicu rentetan peristiwa ganjil yang membuat seluruh warga diliputi kecurigaan serta ketakutan.
Daya tarik film ini semakin kuat dengan hadirnya deretan aktor papan seperti Tanta Ginting, Indra Birowo, hingga Karina Suwandi. Tak hanya nama senior, film ini juga dibintangi talenta muda berbakat seperti Alika Jantinia, Gisellma Firmansyah, Bima Zeno, dan Sita Permata Sari.
Ari Irham selaku salah satu pemeran utama, mengaku mendapatkan tantangan tersendiri dalam menyelami karakter yang memiliki tekanan emosional kuat di film ini. Aktor muda tersebut menjelaskan alasan mengapa naskah film ini terasa begitu mencekam baginya secara pribadi.
“Yang membuat saya tertarik bagaimana horornya terasa dekat dan personal. Ada trauma, ada tekanan sosial, dan itu membuat ketakutannya terasa nyata,” kata Ari Irham.
Asri Welas Merinding Baca Naskah
Sementara aktris senior Asri Welas merasakan dampak psikologis saat pertama kali mempelajari jalan ceritanya dan menyebutnya sebagai pengalaman intens. Komedian yang kerap tampil jenaka ini menuturkan betapa judul filmnya saja sudah memberikan ironi yang menakutkan.
“Begitu membaca naskahnya, saya langsung merinding. Ada momen-momen yang benar-benar membuat saya tidak nyaman. Istilah ‘hajatan setan’ sendiri sudah cukup menyeramkan, karena kita semua tahu hajatan itu identik dengan kebahagiaan, tapi di sini justru jadi sumber teror,” ujar Asri.
Sosok di Balik Film Hajatan Setan
Kekuatan cerita film ini tak lepas dari tangan dingin para penulis naskah yakni Andhy Pulung, B.W. Purba Negara, Vidya T. Ariestya, dan Novia Anggi. Di bawah arahan produser eksekutif Budi Yulianto dan produser Rendy Gunawan, mereka meramu elemen kepercayaan kolektif masyarakat menjadi sebuah teror visual yang mencekam.




