Film JUMBO Raih Peringkat 6 di Box Office Korea Selatan
Sumber Foto: KapanLagi.com
Hiburan

Film JUMBO Raih Peringkat 6 di Box Office Korea Selatan

Kapanlagi.com - Film animasi kebanggaan Indonesia, JUMBO, baru saja membuat gebrakan di kancah perfilman internasional. Karya sutradara Ryan Adriandhy ini berhasil menembus box office Korea Selatan.

Pada hari pertama penayangannya, 18 Februari 2026, JUMBO langsung menduduki peringkat keenam. Ini menjadi pencapaian luar biasa bagi animasi Tanah Air.

Film ini sukses menarik perhatian ribuan penonton di Negeri Ginseng. Total 12.648 penonton membanjiri 355 layar bioskop yang menayangkannya.

Pencapaian ini terbilang signifikan, mengingat film tersebut mampu bersaing ketat dengan film lokal Korea Selatan. Meskipun demikian, pada hari kedua penayangannya, JUMBO sedikit melorot ke peringkat ke-11.

Baca juga berita lainnya di Liputan6.com

1. Pendapatan Fantastis di Hari Pertama Penayangan JUMBO

Pencapaian JUMBO di Korea Selatan tidak main-main. Film ini meraup pendapatan sekitar 89.722 dolar AS atau setara Rp1,5 miliar di hari perdana.

Angka fantastis ini menunjukkan daya tarik JUMBO yang kuat di pasar internasional. Ini juga membuktikan potensi film animasi Indonesia untuk bersaing global.

2. Diplomasi Budaya Lewat Film JUMBO di Seoul

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul turut mendukung penayangan JUMBO. Mereka mengadakan pemutaran khusus pada 12 Februari 2026 sebagai bagian dari upaya diplomasi budaya Indonesia.

Inisiatif ini bertujuan memperkenalkan karya Ryan Adriandhy kepada khalayak Korea. Ini juga memperkuat hubungan budaya antara kedua negara.

3. Respon Positif Penonton Korea Terhadap JUMBO

Film ini mendapat sambutan hangat dari penonton Korea Selatan, memuji visual animasi yang halus dan alur cerita yang menyentuh. JUMBO bahkan mencatat rating tinggi 94% di situs resmi CGV Korea Selatan.

Ulasan positif ini menunjukkan bahwa pesan universal JUMBO tentang persahabatan dan tumbuh dewasa sangat relevan. Hal ini juga diterima baik oleh penonton lintas budaya.

4. Soundtrack Film JUMBO yang Viral di Korea

Lagu tema JUMBO, Selalu Ada di Nadimu, juga menjadi sensasi di Korea Selatan. Versi bahasa Korea dari lagu ini banyak diputar dan dicover di media sosial.

Fenomena ini menambah daftar keberhasilan JUMBO di Negeri Ginseng. Ini menunjukkan bahwa elemen musik film juga sangat digemari.

5. Prestasi Gemilang JUMBO di Festival Film Indonesia

Sebelum mendunia, JUMBO telah mengukir prestasi di FFI 2025 dengan meraih Piala Citra untuk kategori Film Animasi Panjang Terbaik.

Film ini juga menjadi animasi pertama yang masuk nominasi Film Cerita Panjang Terbaik, bersanding dengan film live-action.

Memenangkan Piala Citra untuk kategori Film Animasi Panjang Terbaik.

Meraih Piala Antemas sebagai film terlaris di bioskop dengan lebih dari 10 juta penonton.

Menjadi film animasi pertama yang masuk nominasi Film Cerita Panjang Terbaik di FFI.

Juga masuk nominasi untuk Sutradara Terbaik, Penulis Skenario Asli Terbaik, Penata Musik Terbaik, dan Pencipta Lagu Tema Terbaik.

Tak hanya FFI, JUMBO juga berjaya di AMI Awards 2025 dengan membawa pulang lima piala bergengsi. Ini termasuk penghargaan untuk Pencipta Lagu Anak-anak Terbaik dan Album Scoring Terbaik.

Prestasi ini semakin mengukuhkan JUMBO sebagai film animasi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga berkualitas dari segi musik dan produksi.

6. Ekspansi Global Film JUMBO ke Berbagai Negara

JUMBO telah menunjukkan taringnya di kancah internasional dengan hak distribusi di sekitar 40 negara. Film ini sebelumnya sudah tayang di Taiwan, Meksiko, serta negara-negara seperti Rusia, Belarus, dan Vietnam.

Ekspansi ini membuktikan daya tarik universal cerita JUMBO yang mampu menembus batas budaya. Film ini juga telah resmi tayang di Netflix pada 25 Desember 2025.

7. Sinopsis Petualangan Fantasi Film JUMBO

JUMBO adalah film animasi petualangan fantasi karya Ryan Adriandhy yang menyentuh hati. Kisahnya berpusat pada Don, seorang anak yatim piatu berusia 10 tahun yang sering diremehkan.

Don menemukan kekuatan dalam buku dongeng warisan orang tuanya, yang membawanya pada petualangan tak terduga bersama peri misterius bernama Meri.