Eskalasi Konflik Timur Tengah Dorong Harga Minyak dan Saham Migas Naik
Fakta News Day - Eskalasi konflik di Timur Tengah kembali memicu guncangan pada pasar komoditas global. Ketegangan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel pada awal Maret 2026 ini berdampak langsung pada meroketnya harga minyak mentah dunia, yang kemudian diikuti dengan penguatan signifikan pada deretan saham sektor minyak dan gas bumi (migas) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Ketegangan Timur Tengah Picu Kekhawatiran Pasokan
Meluasnya konflik geopolitik setelah serangan udara Israel ke berbagai wilayah di Iran pada Sabtu (28/2/2026) memicu kekhawatiran serius terkait stabilitas pasokan energi dunia. Ancaman terganggunya lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz (jalur krusial bagi distribusi minyak global) menjadi katalis utama yang melambungkan harga minyak.
Pada perdagangan hari ini, Senin (2/3/2026), harga minyak mentah dunia mencatatkan lonjakan tajam:
Minyak Mentah Brent: Melesat US$ 5,88 atau naik 8,04% ke level US$ 78,34 per barel. Sebelumnya, harga Brent bahkan sempat menyentuh level tertinggi di US$ 82,37 per barel.
West Texas Intermediate (WTI): Melonjak US$ 4,98 atau naik 7,43% ke posisi US$ 72 per barel, setelah sempat bertengger di level tertinggi harian US$ 75,33 per barel.
Sektor Migas RI Menghijau: Daftar Saham yang Menguat
Kenaikan harga minyak dunia ini memberikan sentimen positif bagi emiten-emiten migas di dalam negeri, terutama bagi perusahaan yang memiliki fokus bisnis pada eksplorasi, pengeboran, dan jasa pendukung migas.
Berikut adalah daftar saham migas yang mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan hari ini:
PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX): Emiten jasa pengeboran ini memimpin penguatan dengan kenaikan drastis sebesar 21,15% ke harga Rp252 per saham.
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG): Saham emiten hulu migas ini berhasil terapresiasi 14,2% ke level Rp2.010 per saham.
PT Elnusa Tbk (ELSA): Anak usaha Pertamina yang bergerak di jasa migas ini ikut terdongkrak 7,65% ke posisi Rp915 per saham.
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC): Sebagai salah satu pemain utama migas swasta, saham MEDC melesat 5,8% ke harga Rp1.825 per saham.
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA): Emiten infrastruktur gas ini mencatatkan kenaikan 5,56% ke level Rp4.750 per saham.
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA): Emiten jasa logistik dan distribusi BBM ini juga bergerak positif dengan penguatan 2,7% ke posisi Rp1.330 per saham.
Analisis: Korelasi Harga Komoditas dan Sentimen Pasar
Secara historis, saham-saham sektor energi memang memiliki korelasi positif yang kuat terhadap pergerakan harga komoditas global. Penguatan harga minyak mentah memberikan ekspektasi peningkatan pendapatan dan margin keuntungan bagi emiten migas, sehingga memicu aksi beli oleh investor.
Meski demikian, para analis mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar yang tinggi di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu. Strategi manajemen risiko dan pemantauan berita global secara real-time menjadi kunci utama dalam mengambil keputusan investasi saham saat ini.
Pantau Saham Migas Favoritmu di Ajaib Kripto!
Jangan lewatkan momentum pergerakan pasar modal di tengah dinamika geopolitik global. Dapatkan kemudahan analisis dan transaksi saham-saham migas pilihan secara praktis dan aman.
Yuk, download aplikasi Ajaib sekarang di App Store atau Play Store! Mulai langkah investasimu dan amankan aset masa depanmu sekarang juga!




