Eskalasi Konflik Israel-Iran Guncang Pasar Kripto, Bitcoin dan Altcoin Anjlok
Sumber Foto: Kabarnusantara.id
Internasional

Eskalasi Konflik Israel-Iran Guncang Pasar Kripto, Bitcoin dan Altcoin Anjlok

Jakarta – Pasar kripto global hari ini, Sabtu (28 Februari 2026), dikejutkan oleh gelombang koreksi tajam yang melanda hampir seluruh aset digital utama. Pemicunya? Eskalasi ketegangan geopolitik yang signifikan, yaitu serangan yang dilancarkan Israel terhadap Iran. Sentimen pasar yang sebelumnya sudah rapuh akibat berbagai faktor ekonomi dan regulasi, kini semakin tertekan oleh ketidakpastian dan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

Bitcoin, sebagai barometer utama pasar kripto, tidak luput dari dampak negatif peristiwa ini. Sepanjang sesi perdagangan hari ini, mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini terus berjuang di zona merah, mencerminkan kekhawatiran investor yang bergegas menarik dana mereka ke aset-aset yang dianggap lebih aman (safe haven).

Berdasarkan data perdagangan dari Coinmarketcap yang dicatat pada pukul 14.50 WIB, harga Bitcoin terkoreksi sebesar 5,66% dan berada di level US$ 63.840 (dengan asumsi kurs Rp 16.802 per dolar AS). Bahkan, tekanan jual sempat mendorong harga Bitcoin menyentuh level terendah di US$ 63.245 sekitar pukul 14.00 WIB, mengindikasikan kepanikan sesaat di kalangan pelaku pasar.

Penurunan Bitcoin ini bukan hanya sekadar angka, melainkan cerminan dari perubahan sentimen pasar yang mendalam. Investor yang sebelumnya antusias dengan potensi pertumbuhan Bitcoin sebagai aset alternatif di tengah ketidakpastian ekonomi global, kini mempertimbangkan kembali posisi mereka. Serangan Israel ke Iran memicu kekhawatiran akan stabilitas global, yang pada gilirannya mendorong investor untuk mengurangi eksposur mereka terhadap aset-aset berisiko, termasuk kripto.

Kondisi serupa juga dialami oleh altcoin, mata uang kripto alternatif selain Bitcoin. Ether (ETH), mata uang kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, mengalami koreksi yang lebih dalam, yaitu sebesar 7,77% dalam 24 jam terakhir, dan berada di level US$ 1.870 atau sekitar Rp 31,42 juta. Penurunan ini memperdalam tren pelemahan ETH yang telah berlangsung selama sepekan terakhir, dengan penurunan kumulatif mencapai 4,7%.

Penurunan harga ETH mengindikasikan bahwa dampak negatif dari eskalasi geopolitik tidak hanya terbatas pada Bitcoin, tetapi juga meluas ke ekosistem kripto secara keseluruhan. ETH, yang merupakan tulang punggung dari banyak aplikasi terdesentralisasi (dApps) dan proyek blockchain, menjadi kurang menarik bagi investor di tengah ketidakpastian global.

Altcoin lainnya juga turut mengalami penurunan harga yang signifikan. BNB, token asli dari bursa kripto Binance, melemah 4,52% ke harga US$ 598,42. Solana (SOL), yang dikenal dengan kecepatan transaksi dan biaya yang rendah, mengalami koreksi yang lebih dalam, yaitu sebesar 9,56% ke harga US$ 78,85. Penurunan harga altcoin ini mencerminkan bahwa investor secara umum menghindari aset-aset berisiko di pasar kripto, tanpa memandang fundamental atau potensi pertumbuhan jangka panjang.

Bahkan memecoin, mata uang kripto yang populer karena didorong oleh sentimen komunitas dan media sosial, tidak luput dari dampak negatif eskalasi geopolitik. Dogecoin (DOGE), salah satu memecoin paling populer, terkoreksi hingga 10,49% dalam 24 jam terakhir ke harga US$ 0.08952. Penurunan harga DOGE menunjukkan bahwa sentimen pasar yang negatif dapat dengan mudah mempengaruhi aset-aset yang bergantung pada spekulasi dan tren viral.

Di tengah gelombang koreksi yang melanda pasar kripto, stablecoin menjadi satu-satunya titik terang. Tether (USDT), stablecoin yang dipatok ke dolar AS, tercatat stabil dengan penguatan 0,03% ke harga US$ 1. Stabilitas USDT mencerminkan peran stablecoin sebagai aset lindung nilai (hedge) di pasar kripto. Investor yang ingin menghindari volatilitas harga mata uang kripto lainnya dapat beralih ke stablecoin seperti USDT untuk menjaga nilai aset mereka.

Faktor Pemicu: Unggahan Donald Trump dan Dampak Geopolitik

Kabar mengenai serangan Israel ke Iran pertama kali mencuat melalui unggahan mantan Presiden AS Donald Trump di platform media sosial Truth Social. Dalam unggahan tersebut, Trump mengklaim bahwa operasi militer tersebut bertujuan untuk membela rakyat Amerika dari ancaman yang ditimbulkan oleh rezim Iran.

"Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan melenyapkan ancaman nyata dari rezim Iran, sebuah kelompok kejam yang terdiri dari orang-orang yang sangat keras dan mengerikan," kata Trump dalam pesan video di akun Truth Social miliknya, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu (28/2/2026).

Unggahan Trump ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk para analis politik dan ahli keamanan internasional. Banyak yang mempertanyakan kebenaran klaim Trump dan motif di balik unggahan tersebut. Namun, yang jelas adalah bahwa unggahan tersebut telah memperburuk sentimen pasar dan memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

Serangan Israel ke Iran memiliki implikasi yang sangat luas bagi pasar kripto. Pertama, eskalasi geopolitik meningkatkan ketidakpastian ekonomi global. Investor cenderung menghindari aset-aset berisiko seperti kripto di tengah ketidakpastian ekonomi. Kedua, serangan tersebut dapat mengganggu rantai pasokan global dan meningkatkan inflasi. Kripto, yang sering dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, justru mengalami penurunan harga karena sentimen pasar yang negatif. Ketiga, eskalasi konflik dapat memicu regulasi yang lebih ketat terhadap pasar kripto. Pemerintah di berbagai negara mungkin akan mengambil tindakan untuk mengendalikan aliran dana dan mencegah penggunaan kripto untuk kegiatan ilegal.

Prospek Pasar Kripto: Antara Tantangan dan Peluang

Penurunan harga Bitcoin dan altcoin akibat serangan Israel ke Iran merupakan pengingat bahwa pasar kripto sangat rentan terhadap sentimen pasar dan peristiwa eksternal. Investor perlu berhati-hati dan mempertimbangkan risiko dengan cermat sebelum berinvestasi di aset digital.

Namun, di balik tantangan yang ada, pasar kripto juga menawarkan peluang yang menarik. Teknologi blockchain yang mendasari mata uang kripto memiliki potensi untuk mengubah berbagai industri, mulai dari keuangan hingga rantai pasokan. Selain itu, adopsi kripto terus meningkat di seluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang.

Untuk investor yang memiliki pandangan jangka panjang, penurunan harga saat ini mungkin merupakan kesempatan untuk membeli aset kripto dengan harga diskon. Namun, penting untuk melakukan riset yang mendalam dan memahami risiko yang terkait sebelum membuat keputusan investasi.

Ke depan, prospek pasar kripto akan sangat bergantung pada perkembangan situasi geopolitik dan ekonomi global. Jika ketegangan mereda dan ekonomi global kembali stabil, pasar kripto berpotensi untuk pulih dan melanjutkan tren pertumbuhan jangka panjangnya. Namun, jika konflik terus berlanjut dan ekonomi global mengalami resesi, pasar kripto mungkin akan menghadapi tantangan yang lebih besar.

Investor juga perlu memperhatikan perkembangan regulasi di pasar kripto. Regulasi yang jelas dan komprehensif dapat membantu meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong adopsi kripto yang lebih luas. Namun, regulasi yang terlalu ketat dapat menghambat inovasi dan pertumbuhan di pasar kripto.

Sebagai kesimpulan, serangan Israel ke Iran telah mengguncang pasar kripto dan memicu gelombang koreksi tajam. Investor perlu berhati-hati dan mempertimbangkan risiko dengan cermat sebelum berinvestasi di aset digital. Namun, di balik tantangan yang ada, pasar kripto juga menawarkan peluang yang menarik bagi investor yang memiliki pandangan jangka panjang dan memahami teknologi blockchain. Masa depan pasar kripto akan sangat bergantung pada perkembangan situasi geopolitik, ekonomi global, dan regulasi di berbagai negara.