Dwi Purwantoro Mundur dari Jabatan Dirjen SDA Kementerian PU
Sumber Foto: Liputan6.com
Nasional

Dwi Purwantoro Mundur dari Jabatan Dirjen SDA Kementerian PU

Fakta News Day - Dwi Purwantoro saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Sumber Daya Air di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Ia lahir di Bantul pada 1974 dan dikenal memiliki latar belakang akademik serta pengalaman panjang di bidang teknik sipil dan pengelolaan sumber daya air.

Dwi menempuh pendidikan Sarjana (S1) Teknik Sipil di Universitas Gadjah Mada pada 1999. Ia kemudian melanjutkan studi Magister Teknik Sipil di kampus yang sama dan lulus pada 2005.

Komitmennya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dibuktikan dengan meraih gelar Doktor (S3) Teknik Sipil Sumber Daya Air dari Universitas Brawijaya pada 2021. Ia juga mengikuti Pendidikan Kepemimpinan Nasional Tingkat II pada 2024 sebagai bagian dari penguatan kapasitas manajerial di birokrasi.

Sebelum dipercaya memimpin Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Dwi menjabat sebagai Direktur Sungai dan Pantai. Ia juga pernah menjabat Direktur Air Tanah dan Air Baku di lingkungan Ditjen SDA.

Pengalaman tersebut membuatnya akrab dengan isu strategis seperti pengendalian banjir, pengelolaan bendungan, konservasi sumber daya air, hingga penyediaan air baku nasional. Sebagai Dirjen SDA, ia bertanggung jawab dalam perumusan kebijakan dan pelaksanaan program infrastruktur air di seluruh Indonesia.

Harta Kekayaan

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 9 Februari 2025 untuk periode 2024, total harta kekayaan Dwi Purwantoro tercatat sebesar Rp 3.697.844.283

Rincian Aset

1. Tanah dan Bangunan: Rp 3.498.960.000

Tanah dan bangunan di Bantul (warisan) senilai Rp 835 juta

Tanah di Surakarta (warisan) Rp 330 juta

Tanah di Bantul (hasil sendiri) Rp 183,96 juta

Tanah dan bangunan di Yogyakarta (hasil sendiri) Rp 2,15 miliar

2. Alat Transportasi dan Mesin: Rp 1.544.600.000

Tercatat memiliki beberapa kendaraan, antara lain:

Toyota Innova (beberapa unit tahun 2016 dan 2019)

Suzuki Jimny tahun 2021

Honda Supra tahun 2010

3. Harta Bergerak Lainnya: Rp 121.200.000

4. Kas dan Setara Kas: Rp 535.318.203