Dugaan Pelaku Penyiraman Andrie Yunus Melibatkan Lima Orang
Fakta News Day - JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) mengungkap dugaan baru dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Jumlah pelaku disebut tidak hanya empat orang, tetapi bisa lebih.
Staf Advokasi YLBHI sekaligus anggota TAUD, Afif Abdul Qoyum, mengatakan temuan ini berdasarkan investigasi mandiri bersama KontraS.
"Berangkat dari hasil investigasi yang kami temukan, ternyata bukan empat orang pelaku baik yang melakukan pengintaian maupun yang melakukan eksekusi," ujar Afif di Kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026).
Menurut Afif, dari rekaman CCTV terlihat dua orang berperan sebagai eksekutor penyiraman air keras di Jalan Salemba I, dekat Jembatan Talang, Senen.
Satu pelaku menyiram air keras, sementara satu lainnya mengendarai sepeda motor. Aksi itu terjadi pada pukul 23.37 WIB, Kamis (12/3/2026).
Setelah kejadian, motor yang digunakan pelaku terlihat oleng saat melarikan diri.
"Pelaku itu tampak miring ke kiri dan itu seperti menjatuhkan cangkir. Oleng. Itu analisa kita terhadap OTK 1 dan OTK 2 pasca penyiraman air keras, motornya oleng dan juga melempar cangkir," jelas Afif.
Pengintaian sudah dilakukan sejak malam
Afif menyebut, sebelum aksi penyiraman terjadi, para pelaku diduga sudah melakukan pengintaian di sekitar Kantor YLBHI sejak malam hari.
"Berdasarkan CCTV yang kami sudah serahkan juga ke pihak kepolisian, (pengintaian) itu dimulai pada saat jam 20.49 WIB," tutur Afif.
"Jadi bukan pada saat setelah selesainya kegiatan di YLBHI, tapi justru beberapa jam jauh sebelum adanya kegiatan itu dimulai," paparnya.
Dari rekaman CCTV, awalnya dua orang berada di lokasi pengintaian di seberang kantor YLBHI, dekat kawasan Metropole. Tak lama, dua orang lainnya bergabung.
"Kemudian OTK 3 dan OTK 4 bergabung dengan OTK 1 dan OTK 2 di titik intai seberang kantor YLBHI jam 20.51 WIB," kata Afif.
Selanjutnya, satu orang lainnya datang sekitar pukul 20.54 WIB sebelum meninggalkan lokasi.
Afif juga menyebut, salah satu pelaku yang diduga sebagai penyiram sudah terlihat mengenakan sarung tangan hitam sejak melakukan pengintaian.




