Cinema United Tolak Merger Paramount dan Warner Bros karena Khawatir Pengurangan Produksi Film
Fakta News Day - Monitorday.com – Organisasi perdagangan pemilik bioskop, Cinema United, secara tegas menyatakan penolakan terhadap rencana merger raksasa antara Paramount Global dan Warner Bros. Discovery (WBD).
Presiden sekaligus CEO Cinema United, Michael O’Leary, memperingatkan bahwa konsolidasi studio berskala besar berpotensi merugikan industri perfilman layar lebar, terutama dari sisi jumlah produksi film.
“Kami telah bersikap jelas sejak awal mengenai kekhawatiran kami seputar konsolidasi, dan tidak ada hal yang terjadi dalam 36 jam terakhir yang mengubah hal itu,” ujar O’Leary seperti dikutip dari Deadline, Jumat (27/2).
Ia menambahkan, secara historis, konsolidasi studio besar kerap berujung pada berkurangnya jumlah film yang diproduksi. “Pada titik ini, tidak ada alasan untuk meyakini bahwa hasilnya akan berbeda,” tegasnya. Cinema United juga mendesak regulator untuk mempertimbangkan dampak jangka panjang berdasarkan pengalaman sebelumnya.
Pernyataan tersebut muncul setelah Paramount mengonfirmasi detail kesepakatan merger senilai US$110 miliar dengan WBD.
Dalam keterangan resminya, Paramount berupaya meredam kekhawatiran publik dengan menjanjikan investasi berkelanjutan pada lini kreatif kedua studio. Perusahaan juga berkomitmen memproduksi sedikitnya 15 film layar lebar per tahun dari masing-masing studio, atau total 30 film setiap tahun.
Namun, janji tersebut diragukan sejumlah pelaku industri. Secara logistik, entitas gabungan dinilai akan menghadapi tantangan besar dalam mengatur jadwal rilis agar film-film unggulan (tentpole) mereka tidak saling berbenturan dalam kalender tayang yang terbatas.
Penolakan Cinema United ini mengikuti sikap keras para pemilik bioskop sebelumnya terhadap wacana merger WBD dengan Netflix. Saat itu, kekhawatiran utama adalah potensi pemangkasan jendela tayang eksklusif di bioskop yang dapat menekan jumlah penonton.
Meski merger dengan Paramount dinilai lebih “tradisional” dibandingkan skenario bersama Netflix, kekhawatiran mengenai penurunan volume produksi tetap menjadi sorotan. Apalagi, saat ini banyak produksi film Amerika Serikat mulai berpindah ke luar negeri demi memanfaatkan insentif pajak yang lebih kompetitif.
Cinema United sejatinya dijadwalkan menghadiri dengar pendapat antimonopoli di Senat pekan depan. Namun, agenda tersebut dibatalkan setelah arah akuisisi WBD berubah dari Netflix ke Paramount.




