AIESEC in USU Luncurkan Tiga Proyek untuk Tingkatkan Pendidikan Berkualitas di Sumatera Utara
Sumber Foto: suara usu
Sosial

AIESEC in USU Luncurkan Tiga Proyek untuk Tingkatkan Pendidikan Berkualitas di Sumatera Utara

Fakta News Day - Suara USU, Medan. AIESEC in Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menjalankan program Global Volunteer melalui tiga proyek berdampak global yang berfokus pada pendidikan berkualitas, sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDG) poin keempat. Program ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kesadaran masyarakat serta tingkat pendidikan bahasa Inggris di Sumatera Utara. Melalui program tersebut, AIESEC in USU berharap dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi siswa yang menjadi sasaran pembelajaran.

Program Global Volunteer sendiri telah aktif dilaksanakan di Kota Medan sejak 2024 dengan menghadirkan relawan internasional dari berbagai negara. Pada periode ini, AIESEC in USU menghadirkan empat relawan internasional, terdiri dari tiga peserta asal Vietnam dan satu peserta asal Pakistan. Kegiatan berlangsung sejak 7 Januari hingga 26 Februari dengan melibatkan para relawan sebagai pengajar di sejumlah lokasi.

Melalui program Global Volunteer, AIESEC in USU menjalankan tiga proyek, yakni dua pelaksanaan Global Classroom dan satu proyek Happy Bus. Proyek Global Classroom dilaksanakan di UPT SD Negeri Percobaan dan Jabal Rahmah Mulia, sedangkan proyek Happy Bus diselenggarakan di Mentari Cilik Indonesia, Desa Rumamis, Kabanjahe.

Global Classroom merupakan proyek yang dilaksanakan di sekolah formal dan berfokus pada peningkatan kemampuan bahasa Inggris serta numerasi siswa secara terstruktur. Sementara itu, Happy Bus dilaksanakan di lingkungan pendidikan non-formal dengan memberikan pembelajaran bahasa Inggris secara fleksibel bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan akses pendidikan, sehingga mereka tetap dapat memperoleh kesempatan belajar yang setara.

Ketua panitia, Safira Aqilah, menjelaskan alasan pemilihan lokasi kegiatan berdasarkan potensi dan kebutuhan masing-masing sekolah. “Proyek pertama kita Global Classroom dilaksanakan di UPT SD Negeri Percobaan karena kita melihat potensi dari anak-anak SD ini dapat berkembang dan antusias yang tinggi untuk belajar dengan Warga Negara Asing atau WNA,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan di Jabal Rahmah Mulia bertujuan melatih siswa berkomunikasi langsung dengan penutur asli bahasa Inggris. “Ini merupakan sekolah yang sudah wajib berbahasa Inggris sehari-hari, jadi kita mau menghadirkan peran peserta dari luar negeri sebagai native speaker agar mereka terlatih untuk berbicara bahasa Inggris dengan orang asing,” jelas Safira.

Terkait proyek Happy Bus, Safira menyebutkan bahwa kegiatan ini difokuskan pada pengenalan budaya internasional serta pembelajaran bahasa Inggris dasar bagi anak-anak di Mentari Cilik Indonesia. “Di sana kami ingin membawa dan memperkenalkan budaya dari negara luar ke adik-adik Mentari Cilik dan mereka bisa belajar bahasa Inggris dasar karena mereka memiliki keterbatasan akses,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, rangkaian proyek dalam program Global Volunteer ini berhasil memberikan dampak kepada lebih dari 200 anak melalui peningkatan literasi bahasa Inggris dan numerasi. Program tersebut juga terbuka bagi pemuda yang memiliki motivasi tinggi untuk berkontribusi sebagai relawan lintas negara.

Safira menambahkan bahwa tujuan utama pelaksanaan Global Volunteer adalah memperluas dampak positif bagi anak-anak di Sumatera Utara, khususnya dalam membangun kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi. “Tujuan utama kita adalah meningkatkan rasa percaya diri serta kemampuan anak-anak Sumatera Utara dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris,” ujarnya.

Melalui rangkaian program ini, AIESEC in USU tidak hanya menghadirkan relawan internasional, tetapi juga membuka ruang kolaborasi lintas budaya yang memperkaya pengalaman belajar siswa. Ke depan, program Global Volunteer diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah serta komunitas, sehingga dampak peningkatan kualitas pendidikan dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan di Sumatera Utara.